Download Rubrik Penilaian Observasi Praktik Kinerja Guru atau Observasi Pembelajaran Indikator dan Fokus Perilaku Keteraturan Suasana Kelas Tahun 2025

 Download Rubrik Penilaian Observasi Praktik Kinerja Guru atau Observasi Pembelajaran  Indikator dan Fokus Perilaku Keteraturan Suasana Kelas Tahun 2025 

Indikator Keteraturan Suasana Kelas

1. Fokus perilaku: Guru melakukan komunikasi positif untuk membangun suasana kelas. ada 3 fokus perilaku yang dianjurkan, 

2. Fokus perilaku yang kedua yaitu : Guru melakukan strategi pengelompokan untuk mengaktifkan keterlibatan peserta didik, ada 3 fokus perilaku juga yang dianjurkan

3. Fokus perilaku Guru membuat dan Mengingatkan Aturan/Kesepakatan Kelas, juga ada 3 fokus perilaku yang dianjurkan diantaranya : 


KLIK: DOWNLOAD FILE RUBRIK OBSERVASI KELAS

Indikator Keteraturan Suasana Kelas: Strategi Efektif Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman


Rasional

Keteraturan suasana kelas merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Guru memiliki peran penting dalam menjaga keteraturan ini dengan menerapkan komunikasi positif, strategi pengelompokan yang efektif, serta aturan dan kesepakatan kelas yang jelas. Dengan suasana kelas yang terstruktur dan nyaman, peserta didik dapat lebih fokus dalam pembelajaran dan meningkatkan keterlibatan aktif mereka. Artikel ini akan membahas indikator keteraturan suasana kelas dengan contoh penerapan serta poin-poin penting yang mendukung efektivitasnya.


1. Guru Melakukan Komunikasi Positif untuk Membangun Suasana Kelas

Komunikasi positif membantu menciptakan hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik, sehingga mereka merasa dihargai dan nyaman dalam belajar.

Tiga Fokus Perilaku yang Dianjurkan:

Menggunakan Bahasa yang Ramah dan Mendukung

Guru menggunakan kata-kata yang membangun motivasi, seperti “Kamu sudah berusaha dengan baik, mari kita coba lagi dengan cara berbeda”.

Hindari kritik yang merendahkan dan gunakan pendekatan yang lebih membangun.


Mendengarkan Aktif dan Responsif

Guru memberikan perhatian penuh saat peserta didik berbicara, seperti melakukan kontak mata dan mengangguk sebagai tanda memahami.

Mengulang kembali inti pembicaraan siswa untuk menunjukkan bahwa pendapat mereka dihargai.

Memberikan Pujian dan Penguatan Positif

Memberikan apresiasi atas usaha siswa, bukan hanya hasil akhirnya.

Contoh: “Saya melihat kamu sudah lebih percaya diri dalam berbicara di depan kelas. Teruslah berlatih, dan kamu akan semakin baik!”


2. Guru Melakukan Strategi Pengelompokan untuk Mengaktifkan Keterlibatan Peserta Didik

Pengelompokan dalam kelas membantu meningkatkan interaksi, kerja sama, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Tiga Fokus Perilaku yang Dianjurkan:

Membagi Kelompok Berdasarkan Kebutuhan dan Tujuan Pembelajaran

Kelompok heterogen untuk mendukung kolaborasi antara peserta didik dengan kemampuan yang berbeda.

Kelompok homogen untuk fokus pada penguatan keterampilan tertentu.

Membuat Aktivitas Berbasis Kolaborasi

Menggunakan metode seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan permainan edukatif.

Contoh: Dalam pelajaran sejarah, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat presentasi mengenai peristiwa bersejarah dengan pendekatan kreatif seperti drama atau infografis.


Menugaskan Peran dalam Kelompok

Setiap anggota kelompok memiliki peran yang jelas, seperti pemimpin diskusi, pencatat, penyaji hasil diskusi, dan pencari informasi.

Hal ini memastikan setiap peserta didik terlibat secara aktif dan tidak ada yang pasif dalam kelompok.


3. Guru Membuat dan Mengingatkan Aturan/Kesepakatan Kelas

Aturan kelas yang jelas dan konsisten membantu menciptakan suasana belajar yang tertib dan nyaman.

Tiga Fokus Perilaku yang Dianjurkan:

Menyusun Aturan Kelas Bersama Peserta Didik

Melibatkan siswa dalam pembuatan aturan agar mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk mematuhinya.

Contoh: “Bagaimana menurut kalian aturan yang harus kita sepakati agar kelas tetap nyaman dan produktif?”

Mengkomunikasikan Aturan Secara Konsisten

Menyampaikan aturan dengan bahasa yang mudah dipahami dan mengingatkannya secara rutin.

Contoh aturan: “Dilarang berbicara saat teman sedang presentasi” atau “Gunakan suara pelan saat berdiskusi dalam kelompok.”

Memberikan Konsekuensi yang Adil dan Konsisten

Jika ada siswa yang melanggar aturan, berikan konsekuensi yang sudah disepakati bersama, seperti pengurangan poin partisipasi atau refleksi tertulis.

Hindari hukuman yang tidak mendidik dan fokus pada pemahaman serta perbaikan sikap.


Kesimpulan

Menciptakan keteraturan suasana kelas membutuhkan komunikasi positif, strategi pengelompokan yang efektif, serta aturan kelas yang jelas dan konsisten. Dengan menerapkan ketiga aspek ini, guru dapat membangun lingkungan belajar yang lebih kondusif, meningkatkan motivasi siswa, serta memastikan keterlibatan mereka dalam setiap aktivitas pembelajaran. Dengan suasana kelas yang teratur, pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan menyenangkan.

Kata Kunci: keteraturan suasana kelas, komunikasi positif dalam pembelajaran, strategi pengelompokan siswa, aturan kelas efektif, interaksi guru dan siswa, pembelajaran kolaboratif.


Post a Comment for "Download Rubrik Penilaian Observasi Praktik Kinerja Guru atau Observasi Pembelajaran Indikator dan Fokus Perilaku Keteraturan Suasana Kelas Tahun 2025 "